budi ditanam tanpa pengharapan kembali
sekedar tergerak atas nama kemanusiaan
tumbuh dalam rengkuhan nyata kedustaan
merentas merusak relung relung kalbu
yang terdiam tanpa sedikitpun mau mengerti
serasa berjalan diantara awan dan air
kemustahillan yang tiada terjamin
sudi menerpa sekedar berkeluh tanpa sapa
pada sebatang jiwa yang mulai rapuh
diantara ujung senja terbenam mentari
bumi sekedar membiri kaki pijakan
langit senantiasa peduli menaungi
tak berharap siapapun mau mengerti
pada ujung ujung ikatan simpul mati
percaya pada rangkaian kedustaan
berharap kesadaran mampu merengkuh
disaat hati tak lagi mampu meniti
pada jalan gersang menuju pengadilan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar..