semilir angin bawakan kerinduan
pada pujaan hati yang tlah melupakan
segenggam harap penuh dalam penantian
dirinya hadir dalam Hayalan
angkuh waktu menunggu jemu
dalam asa kesunyian jiwa ragu
hening menatap pucuk perdu
air mata terasa mengering
bukan tegar tapi hening
diujung penantian bagai ranting
yang tak kunjung kian membunting
kuharap sirna tapi justru menggunung
kecintaan makin kian membumbung
pada langit yang tak pernah mendung
pada dahan cinta aku berlindung
ZHOEL ANGGARA
ZHOEL ANGGARA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar..