sejuta harapanb ditabur dinegeri ini
seribu do'a dilantun tuk bumi pertiwi
tapi apakah ada yang amau memahami
tapi apakah ada yang mau mengerti
tapi siapakah yang mau peduli
harapan tinggalah harapan semu
do'a tak mampu membuka ruang kalbu
semua hanya mimpi cerita masa lalu
keringat ini terlalu murah tuk dihargai
darah ini terlalu lezat tuk dinikmati
bagi mereka,pemimpin negeri ini
setetes harapan dirtabur ketika berganti
setitik asa digenggam laksana mimpi
bersama jutaan kobaran janji-janji
tapi setelah jadi semua dingkari
kata mereka setelah terpilih nanti
terlalu mahal tuk bisa duduk dikursi
terlalu berat ketika mengajukan diri
terlalu banyak kehilangan materi
kata mereka setelah terpilih nanti
saatnya mengumpulkan pundi materi
agar semua modal dapat kembali
agar makmur semua sanak famili
mereka terlupa akan amanat
mereka silau akan sebuah derajat
mereka tak sadar semua hanya muslihat
mereka tak ingat akan jalan selaamat
kini kami semua mulai bermimpi
menggenggam erat asa yang kian menepi
satrio piningit memimpin bumim pertiwi
agar berjaya seluruh isi bumi pertiwi
seperti saat ini dan hanya jadi mimpi
harapan hanya harapan yang mati
bersama terkuburnya hati nurani
bersama terbenamnya harga diri
kami bosan dikhianati kawan...
kami muak hanya dijadikan korban
kami benci hanya bermimpi perubahan
kami enggan hanya jadi sapi perahan
kami berharap sedikit darimu
wahai calon imam bagi negerimu
kembalikan martabat bangsamu
kembalikan hak kaum-kaummu
ini hanya untaian sebuah harapan
ini hanya rangkaina do'a tersimpan
akan hadirnya sebuahg perubahan
akan munculnya sebuah kejayaan
dari kami kaum-kaum pinggiran
yang sudah bosan jadi sapi perahan
yang muak akan sebuah penghianatan
bersamamu kawan jayalah negeri ini
bersamamu kawan bangkitkan harkat kami
bersamamu kawan angkatlah martabat kami
by zhoel kecu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar..