Siapa yang tidak kenal dengan jenis ikan yang satu ini.Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan salah satu sumber protein hewani yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.Banyak pula orang yang mulai menekuni bisnis ini.baik untuk pembenihan ataupun pembesaran (Kosumsi) Karena ikan ini sangat mudah dibudidayakan dan dapat hidup dan berkembang pada perairan yang buruk.Semakin berkembangya usaha budidaya lele,maka kebutuhan benihpun dirasa masih kurang.untuk pembenihan sendiri memerlukan modal relatif kecil lahan untuk kolampun tidak terlalu luas.
Berikut ini dapat saya terangkan secara singkat teknik pemijahan lele dumbo, yang bisa dilakukan pada lahan yang sempit dan menggunakan sarana prasarana yang sederhana.
TEKNIK PEMIJAHAN;
- Siapkan Media Pemijahan
- Menyiapkan kolam pemijahan,Ukuran kolam minimal 2 x 3 m dengan dalam kolam 1 m.cuci kolam dengan larutan permangkanat dengan dosis 1 sendok teh dicampur dengan 3 liter air atau 5 gr / m3 air.
- Menyiapkan Air Pemijahan, kolam diisi dengan air setinggi 30 cm.air harus bersih.
- Siapkan Induk Lele
- perawatan Induk Lele, Induk lele harus diberikan pakan yang baik agar dapat menghasitkan benih yang baik. Induk lele setiap hari diberikan pakan daging bekicot atau ayam potong mati (usahakan dibakar dulu). Bak penampungan induk dekat dengan bak pemijahan agar menangkapnya mudah. Sebaiknya induk jantan dan betina ditempatkan secara terpisah. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
- Cara memilih induk lele siap pijah, Ciri-ciri induk betina siap pijah adalah :
- Perut besar dan lunak kalau diraba,
- Dubur terlihat merah dan lubang pengeluaran telur lunak melebar,
- Terlihat mondar-mandir.
- Pemijahan Lele Dumbo
- Isi kolam pemijahan dengan air setinggi 30 cm.
- Pada sore hari antara pukul 18:00 s/d 17:00 masukkan pejantan kedalam kolam pemijahan.setelah kurang lebih 1 jam induk betina dimasukkan kedalam kolam pemijahan.
- Proses pemijahan ini akan terjadi pada malam hari yang ditandai terlebih dahulu adanya kejar-kejaran.
- Amati pada pagi hari antara pukul 04:00 lihat dasar kolam.apabila terjadi pemijahan pada dasar kolam akan terlihat telur-telur yang berwarna bening satu betina minimal bisa bertelor 35.000 sampai 80.000 tergantung besar induk.selanjutnya angkat induk baik betina maupun pejantan.usahakan jangan terlalu membuat riak didalam kolam.
- Diamkankan kolam yang sudah ada telornya.dalam waktu 24 jam telor akan menetas.
- dalam 48 jam telur akan menetas sempurna kecuali telor yang tidak dibuahi.dan telor ini akan membusuk (seperti jamur) prosentase netas minimal 30% maksimal bisa 90% dari telor.
3.KOLAM PEMBESARAN BENIH
Ukuran kolam pembesaran 4 x6 m.untuk 1 kolam pemijahan biasanya
membutuhkan 3 s/d 4 kolam pembesaran.
membutuhkan 3 s/d 4 kolam pembesaran.
PERAWATAN BENIH LELE
Pada usia 5 (lima) hari benih ikan siap diberi makan cacing sutra (cacing merah/benang).setelah 10 (sepuluh ) hari benih dikasih makan pelet (sentrat) ukuran P 0.pada usia ini biasanya kolam pemijahan terlihat penuh,maka dari itu bagi benih ikan jadi 2 (dua) kolam tempatkan pada kolam pembesaran berukuran 4 x6 m.usia 15 (limabelas) ganti pelet dengan ukuran P1 .umur 25 hari benih lele siap disaring sekaligus dipindah ketempat yang lebih besar .penyaringan dilakukan dengan ember yang berlubang (tersedia ditoko penjual pakan ikan) ukuran saringan 1 (satu),kegiatan penyaring dilakukan setiap 1 (satu) minggu dan ukuran saringan dinaikkan 1 t(satu) minggu.pada usia 40 hari.ikan siap dijual dgn ukuran 2,3,4.atau dibesarkan sendiri.maksud dari penyaringan ini adalah agar benih dapat seragam /seukuran
ALAT UNTUK PANEN
Jaring diameter 30 cm.ember/baskom,waring,jirigen,mangkok kecil.Perhitungan hasil biasanya dilakukan secara manual.
SELAMAT MENCOBA...........................................
by ; ZHOEL KECU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pembaca yang baik selalu meninggalkan Komentar..